Jokowi yang Piawai... Menang Tanpa Ngasorake

Healmagz.com - Kalo kita harus menilai, siapa pemenang di Aksi Demo tgl 2 Desember tadi siang? Buat saya jawabannya ada 3. 1. Tidak ada p...



Healmagz.com - Kalo kita harus menilai, siapa pemenang di Aksi Demo tgl 2 Desember tadi siang? Buat saya jawabannya ada 3. 1. Tidak ada pemenangnya. 2. Dua-duanya jadi pemenang. 3. Itulah kemenangan bangsa Indonesia. 

Satu hal yang saya catat di Aksi Demo kali ini adalah kepiawaian Jokowi dalam menghadapi Aksi Demo ini. 

Otaknya yang cerdas dan pribadinya yang halus telah membuatnya memenangkan pertempuran atas lawan politiknya. Tapi di lain pihak, para pendemo mengira merekalah pemenangnya. Dalam bahasa Jawa biasa disebut dengan Menang Tanpo Ngasorake atau menang tanpa mengalahkan.

Tentu belum hilang dari ingatan kita, di Aksi Demo tgl 4 November yang lalu, Jokowi dihujat karena dianggap tidak mau menemui rakyatnya yang hendak menyampaikan tuntutan. 

Di Aksi Demo kali ini, rasanya Jokowi tidak punya pilihan lain kecuali menemui pendemo. Tapi pilihan itu terlalu besar resikonya. Jokowi tentu saja tidak mau ditekan oleh lawan politiknya.

Jokowi bukan orang bodoh. Bersama dengan teamnya, dia menyusun strategi. Hal pertama yang dilakukannya adalah diplomasi meja makan, yaitu dengan cara menemui para petinggi partai politik. Di sini dia mau memberi pesan pada lawan politiknya, "Lu pasti kalah kalo mau main politik sama gue. Liat nih, hampir semua partai politik mendukung gue."

Hal kedua yang dilakukannya adalah menemui Brimob, Kopassus, Marinir dan Brimob. Di sini Jokowi tentunya hendak memberi pesan pada lawan politiknya, "Lu kalo mau main keras, gue juga siap ngejabanin."
Issue agama juga dipelajari dengan cermat oleh master strategi ini. Dengan cerdas, dia juga menemui para petinggi ormas berbasis agama Islam seperti NU dan Muhammadiah. Di titik ini, Jokowi ingin berpesan pada lawan politiknya dengan mengatakan "Lu mau pake issue agama buat bertarung? Okay! Gue juga siap melayaninya."

Sentimen agama memang sangat berbahaya. Jokowi sangat mengerti hal itu. Orang rela mati untuk membela agamanya. Jadi issue agama ini perlu disiasati dengan menambah sentimen lain yang kira-kira mempunyai fanatisme yang tidak kalah dengan agama. Akhirnya dipilihlah issue NKRI. Slogan “NKRI adalah harga mati” tentunya bisa menjadi mantera yang sangat ampuh. 

Kombinasi sentiment agama dan NKRI ini adalah pilihan yang tepat. Indonesia memang negara dengan penduduk beragama islam terbesar di seluruh dunia. Tapi ingat! Indonesia bukanlah negara Islam. Kita adalah negara Pancasila dengan masyarakat yg majemuk.

Dua hari sebelum Aksi Demo tgl 2 Desember, rakyat yang berbasis NKRI pun berdemo di seputaran Monas. Semua memakai ikat kepala merah putih sebagai lambang perjuangan Para Pahlawan 45, termasuk Panglima TNI. Semangat patriotisme dengan basis pemikiran bahwa kami juga rela mati untuk mempertahankan NKRI tentu saja tidak kalah pesona dan wibawanya dengan sentimen agama. 

Sang Lawan langsung keder nyalinya. Apalagi ketika mereka mendengar Kapolri dan Panglima TNI berkali-kali mengatakan akan melarang demo karena bisa mengganggu ketenteraman rakyat Jakarta. Pertemuan-pertemuan pun dilakukan untuk mencari kompromi. Di sinilah Jokowi mulai menjalankan bidak caturnya untuk menyerang. 

Secara cerdik, Jokowi meminta supaya sholat Jumat dilakukan di Lapangan Monas. Istilah demo tidak boleh dipakai lagi dan diganti dengan istilah Aksi Doa dan Zikir atau Aksi Super Damai. Demo harus berakhir setelah Jam 1 siang. Sebagai imbalannya, pemerintah akan mendukung aksi itu bahkan menjanjikan untuk menyiapkan segala keperluan sholat, toilet, ambulans dan apapun yang dibutuhkan pendemo. 

Dan kesepakatan pun terjadi. Pada hari H, lautan manusia memenuhi Lapangan Monas. Tapi Jokowi tidak gentar. Semua kemungkinan termasuk resiko sekecil apapun sudah diantisipasi. Entah direncanakan atau tidak, para pendemo yang dianggap terlalu vokal dan berpeluang membuat panas suasana, pagi harinya ditangkepin dulu. Misalnya A. Dani, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang pamungkas dll. 

Fadli Zon dan Fahri Hamzah yang terlihat garang di demo tanggal 4 nov, hari ini tidak terlihat batang hidungnya, entah pada ngumpet di mana. Peristiwa penangkapan A. Dani cs dilakukan secara diam-diam., Kecuali Berita Satu, stasiun-stasiun TV yang lain luput atas pemberitaannya sampai sholat jumat selesai.

Ketika azan zuhur berkumandang, Jokowi dengan santai datang untuk ikutan sholat Jumat. Dia ditemani oleh Wapres Jusuf Kalla, Wiranto, Panglima TNI, Menteri Agama dan sejumlah menteri Kabinet Kerja lainnya. Dengan menggunakan payung biru, rombongan Jokowi berjalan kaki menerjang hujan deras menuju tempat sholat.

Dan cerita pun berakhir dengan damai. Jokowi bisa hadir dalam acara Aksi Doa itu tanpa ada kekuatiran ada tekanan. Dia tidak merasa perlu untuk menjawab pertanyaan apapun. Acara tersebut kan Aksi Doa, bukan demo. Kalau sedang berdemo, kita ingin tuntutan kita didengar oleh pemerintah. Tapi Aksi Doa? Masa habis bedoa lalu membacakan tuntutan? Ketauan dong ada agenda politiknya.

Semua orang yang memang tulus berjuang untuk agamanya tentu cukup puas dengan hasil yang dicapai hari ini. Mereka tidak punya agenda politik. Mereka sudah senang Presidennya mau menerima rakyatnya bahkan sholat bareng bersama mereka di Taman Monas. Itu sebabnya saya katakan bahwa acara Aksi Doa ini adalah kemenangan Indonesia. 

Tapi lawan politik Jokowi? Pasti kesel dan gigit jari. Saya memperkirakan, esok harinya mereka akan mengadakan rapat paripurna, menyusun strategi untuk kembali menyerang presiden kita. 

Tapi begitulah politik. Sebagai rakyat, mari kita berdoa saja, semoga pertikaian politik itu tidak membawa-bawa issue sara yg mengadu domba rakyat. Jangan sampai rakyat saling serang dan menumpahkan darah sia-sia. Aamiin... (fb)

COMMENTS

Nama

aher,1,Ahmad Dhani,8,Ahok,118,aksi 313,1,alexis,1,allan nairn,1,Allya,1,Amazing,3,Andrew,2,Anies Baswedan,13,anti PKI,1,artis,8,Asma Dewi,1,aswaja,1,banjir,3,Batak,1,bayi,1,Bela Negara,1,bentrok papua,1,Berita,190,Berita Artis,12,berita heboh,16,Berita Internasional,8,berita nasional,47,bocah,1,Bom Bandung,2,Bom Madinah,1,BPJS,1,bpk,1,brimob,1,buni yani,1,bupati,1,buruh,1,calon kapolri,2,Calon Pilgub,7,cantik,1,catut nama jokowi,2,csr,1,Daerah,6,deddy mizwar,1,Demo,13,demokrat,4,Densus,1,diet,3,Dimas Kanjeng,1,ditangkap,1,Djarot,4,Dolar,1,DPR,1,DPRD,2,DPRD kota Semarang,1,e budgeting,1,e-ktp,2,eggy sujana,1,Ekonomi,4,Encun,1,Fadli zon,2,fahri hamzah,1,First travel,1,fitnah,2,food,4,FPI,20,Fuad Amin,1,Ganjar Pranowo,1,Gatot,1,gempa,1,gerindra,2,Gibran,2,Go Pro,1,Golkar,2,Gosip,1,Gubernur,15,Guru,3,Gus Dur,3,habib bahar,1,habib novel,1,habib rizieq,5,habib smith,1,harga daging murah,1,harga sapi murah,1,health,7,heboh,9,Hijabers,1,hoax,4,hot,1,Hukum,17,ibadah,1,Idul Adha,1,ILC,1,ilmuwan,1,Ima,1,imam besar,1,indra j piliang,1,Indro Warkop,1,Inspiring,4,Internasional,19,ISIS,3,Islam,14,jakarta,20,Jakmania,2,JK,1,Jokowi,54,jokowimantu,1,Jonru,6,Jusuf Kalla,1,Kabut Asap,6,Kaesang,4,Kalijodo,1,Kamera,1,Karni Ilyas,1,Kasus Angeline,1,Kasus mirna,1,Kasus Sumber Waras,1,kebakaran,1,Kebakaran Hutan,5,kecelakaan,1,kekerasan,1,kepala daerah,1,Khazanah,1,khilafah,1,Kisah,2,kisruh,1,Kivlan Zen,2,kjp,1,Kontroversi,75,korupsi,1,KPAI,2,KPK,20,Krisna Murti,1,Lain-lain,1,laporkan,1,luar negeri,1,Lulung,2,Mahasiswa,1,Mahkamah Agung,1,Maia Estianti,1,Mario Teguh,10,mendikbud,1,menteri,3,Menteri kesehatan,1,Menteri Susi,2,Metropolitan,1,Motivasi,1,Moto GP,9,MUI,1,Musibah,2,Mustofa Nahra,1,Narkoba,2,Nasional,78,Nasionalisme,5,Netizen,2,News,230,Nikon,1,Nila F moeloek,1,Obama,1,Olah Raga,6,operasi zebra,1,Opini,30,ormas,1,OTT,1,pak yus,1,panglima TNI,1,PBNU,1,PDIP,4,Pegunungan Kendeng,1,pembangunan nasional,3,pembohong,1,Pemerintah,1,pemprov,1,Pendidikan,2,Pengetahuan,2,penistaan agama,2,penulis,1,Perampok,2,Peristiwa,3,perkosa,1,perppu,1,perpres,1,Piala Presiden,1,Pilgub DKI,36,pilkada 2018,1,pkl,1,Polda Metro Jaya,4,Polisi,8,POLITIK,89,Polri,4,PPP,1,prabowo,1,Presiden jokowi,8,presiden.,1,prestasi,1,Provokator,1,PSI,1,Putu Sudiartana,3,Ratna Sarumpaet,1,Rawajati,1,Ridwan Kamil,1,Risma,2,Roy Suryo,1,Rupiah,2,sandiago uno,14,SARA,5,Saracen,3,satpol PP,1,saudi,1,SBY,9,sean purnama,1,sejarah,2,seleb,7,semrawut,1,setnov,11,sidang,8,Sidoarjo,1,singapura,1,Snack bikini,1,Soeharto,2,Soekarno,1,soekarno Hatta,1,sports,1,Sri mulyani,1,supersemar,1,Susi,1,syahrini,1,tanah abang,2,taufik,1,Tax Amnesty,1,Teknologi,2,Teman Ahok,2,Tercyduk,2,Teroris,4,tips,9,TKI,1,tni,1,Tokoh,2,Toleransi,2,tommy,1,Tsamara,1,Umroh,2,vaksin palsu,3,viral,2,wagub jakarta,3,wahaby,1,warga miskin,1,Wiranto,2,Yenni Wahid,1,Yusuf Mansur,1,
ltr
item
Sejagad Media: Jokowi yang Piawai... Menang Tanpa Ngasorake
Jokowi yang Piawai... Menang Tanpa Ngasorake
https://4.bp.blogspot.com/-gbEu9lBhL5k/WEIgBZDFizI/AAAAAAAAOaA/hvytiumBQ6YS3rp3qUa8OttI-PtnFLPqwCLcB/s640/jokowi%2Bbaju%2Bjawa.jpeg
https://4.bp.blogspot.com/-gbEu9lBhL5k/WEIgBZDFizI/AAAAAAAAOaA/hvytiumBQ6YS3rp3qUa8OttI-PtnFLPqwCLcB/s72-c/jokowi%2Bbaju%2Bjawa.jpeg
Sejagad Media
http://www.sejagad.com/2016/12/jokowi-yang-piawai-menang-tanpa.html
http://www.sejagad.com/
http://www.sejagad.com/
http://www.sejagad.com/2016/12/jokowi-yang-piawai-menang-tanpa.html
true
5865075294842629428
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy